Petaka di Malam Takbiran, Yunus Tewas di Tangan Ayah dan Adik Kandung Sendiri
24 Mei 2020 - 09:33:46 WIB | Dibaca: 4448x
Batubara (SIOGE) – Malam takbiran adalah malam memanjatkan syukur dan puji kepada Allah karena umatnya telah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.
Namun saat gema takbir membahana, terjadi petaka yang mengakibatkan Yunus (20) tewas setelah berkelahi dengan ayah dan adik kandungnya sendiri di rumahnya di Lingkungan II Kelurahan Lima Puluh Kota Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara, Sabtu (23/5/20) malam.
Atas perbuatannya pelaku ayah kandung berinsial YS (50) dan putra bungsunya UC (16) diamankan ke Mapolres Batubara. Sementara, jenazah Yunus terbujur kaku di Puskesmas Lima Puluh.
Seorang saksi mata, Hafis (26) mengatakan dia dan warga sudah berupaya melerai pertikaian dalam keluarga tersebut dan membawa Yunus ke Puskesmas. “Sudah kami lerai, makanya si Yunus dilarikan ke Puskesmas, namun meninggal dunia,” ujarnya.
Menurut penuturan YS di Mapolres Batubara, pertikaian ini berawal ketika putranya Yunus pulang ke rumah. YS yang merasa kehilangan uang kemudian mempertanyakan hal itu kepada anaknya Yunus, namun Yunus menyangkal sehingga terjadi pertengkaran mulut.
“Saya menduga anak saya ini pencandu narkoba, uang dan ayam yang sehari-hari untuk dijual mencari nafkah hilang. Kalau ditanya dia selalu mengelak. Bukan baru ini kejadian, sering seperti itu,” kata YS, kepada wartawan.
Puncaknya, Sabtu malam sekira pukul 20.00 WIB ketika Yunus menyangkal dan terjadilah pertikaian dengan ayahnya YS. Keduanya terlibat adu jotos.
Melihat ayahnya dilawan, UC putra bungsunya tak terima lalu ikut membantu ayahnya dengan cara memiting leher abangnya Yunus, sehingga dengan mudah dipukuli ayahnya.
Mendengar keributan, warga berhamburan datang melerai pertengkaran dan membawa Yunus ke Puskesmas namun akhirnya mengembuskan nafas terakhir.
Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Bambang Gunanti membenarkan kasus tersebut. “Benar, terjadi pertikaian dalam keluarga. Untuk sementara Ini bukan kasus pembunuhan, tetapi pertikaian dan pengeroyokan dalam keluarga sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya.
Untuk penyidikan, YS dan putranya UC malam takbiran terpaksa mendekam di Mapolres Batubara. (su/s1)













.jpg)








