Diduga Bunuh Diri Karena Derita Sakit Pinggang, Seorang Anggota Polri Tewas di Seibamban
03 Juni 2020 - 13:58:33 WIB | Dibaca: 3445x
Sergai (SIOGE) - Diduga bunuh diri, seorang anggota Polri Bripka MAP (36) yang bertugas di Polsek Rambutan, Polres Tebingtinggi ditemukan tewas di kediaman orangtuanya di Dusun V Desa Gempolan, Kecamatan Seibamban, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Rabu (3/6/2020) pagi.
Berdasarkan informasi diperoleh di lapangan, peristiwa yang sempat menghebohkan warga sekitar itu bermula saat Ronal Nikson Pasaribu (adik kandung korban) ditelepon Ngolu Aruan (ibu kandung korban) karena MAP dicurigai hendak meminum racun di dalam kamar.
Sesampainya di rumah, Ronal langsung menuju kamar yang ditempati MAP, namun pintunya masih dalam posisi terkunci. Kemudian, Korban yang mendengar suara Ronal kemudian membukakan pintu kamar dan melihat MAP sudah berada di sudut ruang kamar sembari mempersiapkan peluru serta senjata api yang siap diletupkan ke arah dagu.
Melihat kondisi tersebut, Ronal terus berusaha membujuk MAP supaya tidak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, korban malah menyuruh adiknya itu untuk pergi menjauh dari area kamar.
Beberapa saat kemudian, tiba-tiba suara letusan senjata api terdengar dan Ronal melihat cairan darah sudah ke luar dari arah dagu korban.
Usai peristiwa itu, Ronal dan ibu kandungnya langsung berteriak minta tolong serta menghubungi pihak kepolisian.
Tidak lama berselang, Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang bersama para Kasat dan sejumlah personel lainnya turun ke lokasi kejadian untuk cek olah TKP, meminta keterangan para saksi serta mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit.
AKBP Robin Simatupang didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata ketika dikonfirmasi wartawan di lokasi, membenarkan peristiwa tersebut.
"Bripka MAP tewas akibat bunuh diri dengan cara menembakkan senjata api miliknya ke arah dagu dan tembus ke bagian kepala," ujarnya.
Perwira berpangkat melati dua emas itu pun menyebut, berdasarkan keterangan yang diterima, MAP disebut-sebut nekat mengakhiri hidupnya karena sudah bertahun-tahun menderita sakit pinggang, namun tak kunjung sembuh.
"Kemungkinan, MAP merasa putus asa karena menderita sakit pinggang yang menahun. Tanpa pikir panjang, dia pun nekat menghabisi nyawanya sendiri," ucap AKBP Robin Simatupanh sembari menambahkan jasad korban akan dibawa ke RS Bhayangkara Tebingtinggi untuk kepentingan otopsi. (t/s1)












.jpg)








