Perantau Asal Dusun Samperaja Pakkat Tolak Keras Dibuka Tambang di Sungai Sirahar
18 Juni 2020 - 21:04:43 WIB | Dibaca: 3662x
Pakkat (SIOGE) - Perantau asal Dusun Samperaja, Desa Karya, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), secara tegas menolak rencana pembukaan tambang emas di kampung halaman mereka. Rencananya pembukaan tambang tersebut di Hulu Sungai Sirahar, yang disebut warga sekitar Namo Luhung.
Para perantau khawatir dengan dibukanya tambang emas tersebut akan menimbulkan bencana, kerusakan lingkungan dan mengancam keselamatan warga.
Seorang perantau yang tinggal di Jakarta dari Dusun Samperaja, O Manalu secara tegas menolak sungai yang ada di daerah tersebut dialihfungsikan jadi tambang emas.
"Sungai itu salahsatu menjadi daya tarik perantau untuk pulang kampung, kalau sempat dihulu dijadikan tambang emas, sungainya akan menjadi kotor dan warga yang tinggal di kampung sana pasti akan jadi enggan untuk mandi disana. Jadi, rencana itu harus segera di tolak," ujarnya, Rabu (17/6/2020).
Dia juga meminta kepada warga yang tinggal di Dusun Samperaja agar memikirkan matang-matang terkait penawaran bagi hasil yang diajukan pihak pengelola. "Kita berharap kepada warga dan pemerintah desa supaya memikirkan matang-matang rencana tersebut untuk kemudian harinya. Meski pihak pengelola menawarkan 70% untuk perusahaan dan 30% untuk warga Dusun Samperaja," ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan perantau E Sihotang. Ia secara tegas juga menolak rencana pembukaan tambang tersebut. "Saya tidak setuju, karena setiap namanya tambang pasti ada efek negatif seperti air sungai akan jadi kotor, seandainya sungai meluap pasti akan membawa sisa galian tambang itu. Lebih baik dihentikan sekarang daripada nanti sudah beroperasi jadi merusak sawah-sawah yang ada dipinggirkan sungai, " ujarnya.
Sementara Kepala Desa Karya Makmur Manalu saat dihubungi dengan tegas juga menolak rencana pembuatan tambang emas di daerah itu. "Sudah beberapa kali pihak yang bersangkutan mengadakan pertemuan dengan masyarakat dusun tersebut, namun saya tidak pernah hadir karena sebelumnya sudah saya tegaskan tidak setuju dibuat tambang disana (Dusun Samperaja). Sebab, dengan adanya tambang itu nantinya pasti akan menimbulkan masalah, " ujarnya.
Pembahasan tersebut juga menjadi topik pembicaraan di grup whatsapp "Bonapasogit Samperaja" dengan rata-rata anggota grup melontarkan ucapan penolakan. (s1)













.jpg)








