Ephorus Tutup Rapat Pendeta HKBP 2019, Jemaat dan Pendeta Harus Bangun Solidaritas
25 Oktober 2019 - 11:08:02 WIB | Dibaca: 3155x
Tapanuli Utara (SIOGE) - Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing secara resmi menutup Rapat Pendeta HKBP 2019 di Seminarium Sipoholon, Kamis (24/10) malam. Kegiatan hari terakhir ini membahas tentang Tona Rapat Pendeta.
Ephorus menyerukan tujuh pesan bagi seluruh pelayan dan jemaat HKBP. Pertama, meyakini dan percaya Yesus Kristus senantiasa mendoakan gerejaNya dalam menghadapi roh zaman yang cepat berubah. Kedua, meyakini kemajuan teknologi informasi atau yang populer disebut dengan istilah revolusi industri keempat merupakan berkat dan anugerah Tuhan bagi kemanusiaan dan gerejaNya.
Ketiga, dalam laporan pelayanan Ketua Rapat Pandita (KRP) cukup banyak pendeta dan pelayan penuh waktu yang menghadapi berbagai kesulitan dan pergumulan di tengah-tengah pelayanan maupun kehidupan sehari-hari.
Keempat, peserta rapat menyadari urgensi membekali "parhalado" dan jemaat dengan mempersiapkan materi yang relevan. Karena itu rapat menetapkan buku-buku pedoman pelayanan dan untuk meningkatkan pelayanan pendeta. Kelima, menyerukan supaya jemaat dan pelayan penuh waktu lebih giat memupuk rasa solidaritas.
Keenam, mencermati fenomena sosial yang terjadi akhir-akhir ini di tengah-tengah bangsa Indonesia. Terakhir ketujuh, menyambut dan menyukseskan program tahun 2020 yang telah ditetapkan sebagai tahun Pekabaran Injil HKBP.
Sementara itu Ketua Rapat Pendeta HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar dalam wawancara wartawan, berterima kasih kepada pendeta dan seluruh jemaat HKBP serta pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
"Saya sangat bangga karena Tuhan Yesus terus menyertai selama berlangsungnya kegiatan ini. Rapat ini sangat damai, intensif dan menghasilkan keputusan yang bersejarah. Keputusan hasil rapat ini menempa para Pendeta HKBP dalam menghadapi perkembangan revolusi industri yang keempat ini. Para Pendeta HKBP dituntut kemampuannya untuk meningkatkan pelayanannya," ujarnya.
Robinson menyatakan, poin-poin penting yang dihasilkan dalam kegiatan ini di antaranya, berhasil mengeluarkan pernyataan iman dan mengeluarkan buku - buku pengajaran untuk dipakai para pendeta mengajarkan untuk penguatan iman kepada jemaat. Kemudian, rapat pendeta ini berhasil meningkatkan persaudaraan dan kebersamaan sesama hamba Tuhan. Hal ini nyata dalam partisipasi aktif, kedamaian dan sukacita selama mengikuti rapat mulai dari orientasi, ibadah, pembukaan, ceramah, sidang kelompok sampai kepada ibadah penutupan.
"Selain itu juga, kami juga berhasil membahas dan menyimpulkan hasil keputusan bersama Tumpak Liat Pendeta (TLP) untuk membantu para pendeta yang pensiun, sakit dan meninggal dunia," tuturnya. (t/s1)













.jpg)








